KAREBA – Manajer anyar Arsenal, Mikel Arteta, tak mau membuang waktu. Ia langsung memberikan ancaman pada pemain The Gunners untuk bisa memenuhi tuntutannya, atau bakal tersingkir dari tim.

Arteta mengakui situasi Arsenal saat ini cukup mencemaskannya. Ia menyaksikan sendiri ketika masih bersama Manchester City dan mengunjungi Emirates Stadium pada pekan lalu.

Manajemen Arsenal resmi mengenalkan Arteta sebagai manajer anyar pada Jumat malam WIB (20/12/2019). Arteta meninggalkan jabatannya sebagai asisten manajer Manchester City untuk kembali ke klub yang membesarkan namanya semasa aktif bermain itu.

Sebelumnya, Arsenal tanpa manajer tetap sejak akhir November lalu, setelah memecat Unai Emery. Freddie Ljungberg sempat ditunjuk menjadi manajer sementara sebelum mengangkat Arteta.

“Bukan hanya soal performa, tapi juga soal atmosfer dan energi. Itu sedikit mengkhawatirkan saya,” ujar Arteta dalam konferensi pers seperti dikutip Goal International dilansir Liputan6.com

“Saya memahami bahwa fans Arsenal pernah terbiasa dengan kesuksesan dan berjuang meraih sesuatu, dan kini sulit bagi mereka untuk mencerna situasi ini,” tambahnya.

Begitu tiba, Arteta bertekad membenahi masalah mentalitas di skuat Arsenal, tentu saja dengan caranya sendiri.

Manajer asal Spanyol ini pun mengancam akan menyingkirkan pemain yang menolak menuruti caranya, sekalipun mereka berlabel pemain bintang.

“Saya memiliki pemikiran yang saya simpan sendiri karena saya harus menguatkan mereka ketika saya melihat mereka beraksi, bersikap, ketika saya melihat mereka bersama-sama,” tutur Arteta.

“Saya ingin melakukannya dengan cara saya, tapi dengan meyakinkan mereka bahwa inilah cara yang tepat bagi semuanya untuk menjadi lebih baik. Pertama-tama, semua orang harus memiliki respek satu sama lain, dan saya ingin mereka bertanggung jawab terhadap apa yang saya minta dari mereka,” imbuhnya.

“Saya tak ingin mereka bersembunyi, saya ingin mereka bertanggung jawab terhadap tugas mereka dan saya ingin pemain yang memberikan semangat dan energi di klub ini.”

“Siapa pun yang tak sepakat dengan hal ini, atau merasa efek negatif atau apa pun itu, maka dia tak cukup bagus bagi lingkungan atau budaya ini,” tegasnya. (Jeg)