Pemerintah Kota  Makassar terus memaksimalkan program Makassar Recover. Setelah Satgas Raika dan Covid Hunter, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto kembali meluncurkan Satgas Detektor di Tribun Lapangan Karebosi, Jumat 2 Juli 2021.

Berbeda dengan kedua satgas sebelumnya, Satgas Detektor diturunkan langsung dengan menyasar 3.000 rumah di 5.000 RT. Untuk mendeteksi status kesehatan masyarakat melalui tes GeNose.

Tidak tanggung-tanggung, Satgas Detektor bahkan melibatkan setidaknya 15.306 orang. Rinciannya, 10.000 tim relawan, 5000 tenaga kesehatan, dan 306 dokter yang akan bertugas di 153 kelurahan.

Namun, yang hadir pada prosesi peluncuran hanya perwakilan masing-masing RW yang hadir yakni 1.000 detektor, 153 orang Nakes dan 15 orang dokter.

Danny Pomanto menilai basis penanganan Covid-19 paling efektif jika dilakukan ditingkat RT. Sebab menyasar langsung masyarakat umum. Tidak lagi melalui tingkat kota, kecamatan, kelurahan, bahkan RW.

“Makanya kita luncurkan Satgas Detektor, dimana dua orang setiap satgas detektor bertugas di 5000 RT. Jadi, ada dua detektor yang akan bertugas dan didampingi masing-masing satu orang tenaga kesehatan,” kata Danny.

Selain itu, tim ini juga dilengkapi dengan 306 orang dokter. Masing-masing dua dokter per kelurahan. Mereka bertugas di 153 Posko Kontainer Makassar Recover Center.

Tim ini bergerak door to door atau dari rumah ke rumah. Tujuannya, untuk mendeteksi kesehatan seluruh masyarakat Kota Makassar. Mulai cari cek kesehatan saturasi oksigen, tekanan darah, suhu tubuh, dan GeNose.

Jika ada yang terdeteksi positif melalui tes GeNose, maka pemerintah kota akan melanjutkan melalui tes PCR dan Swab Antigen. Bahkan 12 ribu alat PCR yang disiapkan sudah mampu mendeteksi empat varian baru Covid-19.

“Insya Allah mereka akan menjaga, memonitoring, sepanjang hari antara per satu bulan pemeriksaan itu. Jadi betul-betul kita sekarang berperang di RT,” papar dia.

Danny mengatakan tiga tim yang dibentuk untuk menyukseskan program Makassar Recover saling berkesinambungan. Tidak boleh dipisahkan.

Sebab, jika ada masyarakat yang ditemukan terkonfirmasi positif Covid-19, maka menjadi tugas Covid Hunter untuk melakukan tracing, testing, dan treatment.

“Kalau ada OTG atau positif Covid-19, detektor akan menelpon markas nanti Covid Hunter yang datang. Kalau menyangkut kesehatan Covid Hunter yang datang, tapi kalau menyangkut kerumunan acara Satgas Raika yang datang. Jadi ini satu rangkaian,” beber Danny.

Setelah resmi diluncurkan, pemerintah kota akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana alat kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolrestabes Makassar, Dandim XIV/Hasanuddin, Kajari Makassar, Ketua DPRD Kota Makassar, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk dukungan penuh untuk kelancaran tugas tim detektor.