KAREBA – Polisi Hong Kong kemarin memberikan sinyal positif untuk demonstrasi yang diselenggarakan oleh Front Hak Asasi Manusia Sipil.

Demo hari Minggu nanti menjadi tolok ukur dukungan gerakan pro-demokrasi menyusul kemenangan mereka dalam pemilihan yang baru lalu.

Komisaris polisi yang baru Chris Tang mengatakan kepada wartawan sebelum berangkat untuk “kunjungan kehormatan” ke Beijing, dia mendesak warga Hong Kong untuk menjadi contoh global.

“Kami berharap warga kami dapat menunjukkan kepada seluruh dunia (bahwa) orang Hong Kong mampu mengadakan demonstrasi berskala besar dengan tertib dan damai,” ucapnya, seperti dilansir laman Reuters, Jumat (6/12) dilansir merdeka.com, Sabtu (7/12/19).

“Kami juga mendesak panitia demo untuk membantu polisi menjaga situasi unjuk rasa tersebut.”

Tang pergi ke Beijing untuk bertemu pejabat senior dari kementerian keamanan publik dan diperkirakan akan kembali ke Hong Kong pada hari Minggu.

Kerusuhan di Hong Kong adalah tantangan terbesar bagi Presiden China Xi Jinping sejak dia memimpin pada 2012.

Wilayah yang dulunya koloni Inggris itu dilanda demo pro-demokrasi sejak enam bulan lalu, dipicu oleh undang-undang ekstradisi China yang telah dicabut dan tuntutan demo diperluas menjadi seruan untuk kebebasan demokrasi yang lebih besar.

Kekerasan yang kian parah bulan lalu terjadi di sebuah kampus setelah polisi mengepung para demonstran di dalam universitas.

Terlepas dari taktik keras yang diadopsi oleh sejumlah pengunjuk rasa, para kandidat pro-demokrasi mencapai rekor dalam pemilihan lokal 24 November lalu. Mereka memenangkan hampir 90 persen kursi parlemen dengan jumlah pemilih tertinggi sejak pemilihan umum 1999.

Menurut kepala polisi baru, sejak pemilu itu, Hong Kong sempat menikmati masa tenang dan dia berharap agar situasi itu tetap bisa dipertahankan.

“Dalam dua minggu terakhir kota ini relatif damai,” katanya.

“Ketika warga memiliki kesempatan untuk beristirahat, kami berharap perusuh akan benar-benar berhenti melakukan kegiatan ilegal.”

Hari ini pengunjuk rasa merencanakan demo yang lebih kecil terkait penggunaan gas air mata oleh polisi. Menurut mereka polisi berlebihan dan membahayakan orang yang tidak bersalah. Polisi mengatakan mereka sudah mengurangi kekerasan dalam menghadapi demonstran. (*/Jeg)