KAREBA – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengatakan pemerintah akan membangun pelabuhan ekspor untuk menopang industri smelter di kawasan Industri Bantaeng.

“Sebentar lagi pelabuhan besar akan ada di sini (Bantaeng, Red) karena kita sudah dengar keluhan dari pengelola industri smelter. Lebih mahal ongkos bawa nikel dari Bantaeng ke Makassar di banding ongkos dari Makassar ke China,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutan pada perayaan HUT Bantaeng yang ke 765 tahun, di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (7/12) seperti yang dilansir Antara dikutip Republika.co.id

Solusi untuk menekan biaya, kata Nurdin Abdullah, pemerintah akan membangun pelabuhan di Bantaeng. Nanti ekspor nikel dari Bantaeng langsung ke negara tujuan.

Nurdin sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo tentang kebutuhan pelabuhan ekspor untuk menopang pengembangan industri smelter di Bantaeng itu. “Saya sudah menyampaikan hal itu ke pemerintah pusat supaya Bantaeng harus dibangun pelabuhan ekspor,” ungkap Bupati Bantaeng 2008-2018 itu.

Nurdin sendiri mengajak seluruh pemangku kepentingan agar sama-sama menjaga Bantaeng, karena menurutnya tidak mudah untuk membangun sebuah pelabuhan. “Tidak mudah menghadirkan industri di Kabupaten Bantaeng. Coba bayangkan kita tidak punya nikel, listrik pun beban puncak kita hanya delapan mega, tapi kenapa orang mau membangun smelter di sini. Itu karena ada kepastian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, salah satu unggulan Indonesia yang menopang ekspor adalah nikel. Dan kalau orang bicara nikel orang hanya bicara Vale di Luwu Timur, Morowali dan Bantaeng.

Nurdin berharap nikel ini harus terus berkembang. Dia mengatakan tidak ada sebuah negara yang mengembangkan industri tidak ada efek, tapi efek itu bisa kita minimalisir dengan teknologi. “Jadi saya sekali lagi, kepada para tokoh-tokoh Bantaeng saya titipkan bahwa perjuangan ini bukan perjuangan yang mudah, kita menghadirkan industri,” ujarnya. (*/Jeg)