Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakilnya Fatmawati Rusdi resmi menerjunkan 10 ribu anggota Satgas Detektor. Untuk melakukan skrining pada warganya, Sabtu (10/7/2021).

Para satgas detektor ini diwajibkan menggunakan APD lengkap dan menerapkan protokol kesehatan di lapangan.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 153 kelurahan/15 kecamatan se-Kota Makassar, yang juga turut didukung 5 ribu relawan tenaga kesehatan, 306 relawan dokter, manajemen kelurahan-kecamatan, serta tim gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri.

“Kita lakukan pendeteksian apa adanya yang terjadi di setiap RT, kita ingin dapatkan data yang jujur, supaya kita tahu skala sebesar apa peperangan yang kita hadapi,” ujar Danny dalam keterangannya.

Setelah tim detektor melakukan pengumpulan data primer di lapangan, laporan dalam berbentuk digital diunggah ke Command Center, yang nantinya ditabulasi untuk menghasilkan penilaian dan status kesehatan warga Kota Makassar secara utuh dan real time.

“Data-datanya realistis real time, tidak boleh ada yang dilewatkan dan hasilnya tidak bisa dibohongi,” tambah Danny.

Diketahui, apabila hasil pemeriksaan tim detektor, yang terdiri dari pemeriksaan saturasi oksigen, pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, dan skrining  potensi terpapar Covid melalui saluran pernapasan menggunakan alat GeNose, mengindikasikan status reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab antigen dan swab PCR, bila terindikasi kuat positif terpapar Covid-19.

Danny berharap para detektor yang berjuang di garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menjadi ‘role model’ bagi warga di masa pandemi Covid-19.

“Para detektor jangan jadi transmisi, jadilah pemutus, caranya taat protokol 5 M, jangan berkerumun, taat APD, disiplin pakai masker, cuci tangan, harus jaga jarak walaupun sedang mendata di lapangan,” pungkas Danny.