BugisPos — Yayasan Kanker Indonesi (YKI) Provinsi Sulawesi Selatan adalah satu dari berbagai organisasi yang digerakkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin.

Satu tahun lebih bekerja mendukung pembangunan di berbagai bidang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Lies kembali menorehkan hasil yang maksimal. Sulsel masuk dalam lima provinsi terbaik dalam penanganan kanker di Indonesia selain Jakarta, Bali, Surabaya dan Jogjakarta.

Salah satu usaha untuk memaksimalkan penanganan pasien kanker dibuktikan Lies dengan menyediakan Kantor YKI Sulsel sekaligus sebagai klinik konsultasi dan pemeriksaan untuk mendeteksi dan mengobati kanker lebih dini.

“Tempat ini terbuka untuk umum, kita harapkan dapat menjadi tempat teman-teman yang menderita kanker untuk berkonsultasi, akan ada dokter stand-by, juga akan sinkronkan dengan program YKI Sulsel, salah satunya pemeriksaan kanker serviks,” terang Lies usai menerima Ketua YKI Pusat, Prof Aru Sudoyo di Kantor YKI Sulsel, Jalan Lanto Daeng Pasewang Makassar, Sabtu 7 Maret 2020.

Lies menyebutkan, kantor YKI Sulsel diharapkan mampu berkontribusi untuk sekaligus mendukung Sulsel sebagai pusat penanganan kanker di Indonesia timur melalui RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Apalagi RSUP Wahidin akan jadi rumah sakit pusat yang menangani kanker untuk indonesia timur, jadi koneksinya bagus, karena akan banyak pasien kanker yang akan datang ke Sulsel, kantor YKI terbuka untuk umum siapapun bisa datang untuk konsultasi dan itu kita harapakan akan sangat membantu masyarakat,” jelas Lies.

Sementara, Ketua YKI Pusat, Prif. Aru Sudoyo mengapresiasi peran YKI Sulsel atas upaya penanganan kanker di masyarakat.

“Yayasan kanker Sulsel termasuk yang paling aktif, lihat kegiatannya saya tidak nyangka, YKI di Sulsel belum lama, tapi sangat aktif, ada empat cabang YKI yang sangat aktif menyuarakan persoalan kanker, kini bertambah menjadi lima dengan adanya YKI Sulsel,” tutur Prof. Aru.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan mengaku optimis langkah yang ditempuh Pemprov Sulsel dan Pemerintah Pusat dalam menangani persoalan kanker di Indonesia timur.

“Sulsel tidak resmi mendapat tanggung jawab mengurusi wilayah timur Indonesia, dengan adanya kemajuan seperti ini saya optimis penangnan kanker minimal di timur bisa kita turunkan,” tutupnya (Zhoelfikar)

Sumber: https://bugispos.com/2020/03/08/lies-f-nurdin-sambut-ki-ketua-yki-pusat/