Oleh : M Yusuf Sandy, Wakil Ketua PHRI Sulawesi Selatan

BERITA-SULSEL.COM – Isu penyebaran penyakit korona yang melanda beberapa negara saat ini, dalam waktu yang sangat singkat kini telah menyebar ke hampir semua pelosok di penjuru dunia.

Hal ini tidak terlepas dari peran sosial media yang sangat cepat menyebarkan informasi.

Ada pengguna sosmed menyebarkan informasi karena ikut prihatin, ada karena ingin menghimbau untuk mencegah, ada juga yang sekedar melakukan forward tanpa mengetahui maksud dan tujuannya, dan bahkan ada yang hanya sekedar iseng.

Hal ini membuat sebagian besar masyarakat di penjuru dunia memeliki ketakutan yang luar biasa. Walaupun mereka belum paham sebenarnya tentang korona.

Ketakutan inilah yang membuat sebagian masyarakat memilih untuk membatasi pergaulan dengan orang lain. Bahkan, ada yang memilih untuk tidak bepergian untuk sementara waktu.

Tentunya, hal ini sangat berdampak buruk bagi industri pariwisata seperti biro perjalanan, penerbangan, rumah makan dan restoran, perhotelan, pusat perbelanjaan dan destinasi wisata lainnya.

Beberapa pelaku industri pariwisata saat ini sudah mulai melakukan berbagai macam langkah penghematan akibat dari sepinya pengunjung.

Sebagai General Manager Hotel MaxOne Makassar, penulis mengakui adanya penurunan kunjungan wisman maupun wisnus akibat dari ketakutan yang berlebihan tentang penyakit korona.

Untuk itu, penulis menyarankan agar pengguna sosmed tidak asal melakukan forward yang berkaitan dengan isu korona tanpa mengetahui terlebih dahulu kebenaran dan manfaat dari informasi tersebut.(*)

Sumber: http://berita-sulsel.com/2020/03/05/korona-dan-industri-pariwisata/