ARUSPOLOTIK.COM-  Bakal calon Walikota Makassar, Syamsul Rizal (Daeng Ical) telah mendapatkan surat tugas dari PKS untuk mencukupkan syarat dukungan pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar tahun 2020.

Surat tugas tersebut bukan jaminan, Daeng Ical menjadi usungan resmi PKS di Pilwalkot Makassar. Pada Pilwalkot Makassar 2018 lalu, surat tugas PKS memang untuk ke, Daeng Ical. Akan tetapi rekomendasi usungan akhir tidak berhasil jatuh ke tangan, Daeng Ical.

Direktur Profetik Institute, M.Asratillah, menilai surat tugas adalah sifatnya sementara dari partai politik (parpol) untuk bakal calon Walikota.

“Surat tugas sebenarnya bisa diartikan sebagai pernyataan dukungan sementara dari parpol ke kandidat tertentu dengan syarat tertentu. Jadi, kalau misalnya syarat-syarat yang tercantum di surat tugas bis dipenuhi oleh kandidat maka baru akan menjadi surat rekomendasi yang diterbitkan oleh DPP,” kata Asratillah, Jumat (6/3).

Maka dari itu, Asratillah mengatakan, Daeng Ical tidak boleh berbangga atas surat surat tugas dari PKS. Baginya segala kemungkinan masih bisa terjadi.

“Walaupun begitu, terbitnya surat tugas bisa menjadi semacam garansi kandidat ke konstituennya, bahwa dirinya memiliki peluang besar menjadi peserta pemiliham daerah. Tetapi, Daeng Ical jangan berpuas hati dulu, beliau mesti tetap berusaha menggenapkan dukungan partai dan tetap menjalin komunikasi politik dengan elit pusat PKS agar rekomendasi tidak beralih ke bakal calon lainnya,” jelasnya. (*)

The post Daeng Ical Punya Pengalaman Pahit di Pilwalkot 2018 di Tinggal PKS, Surat Tugas Bukan Jaminan appeared first on aruspolitik.

Sumber: https://www.aruspolitik.com/2020/03/06/daeng-ical-punya-pengalaman-pahit-di-pilwalkot-2018-di-tinggal-pks-surat-tugas-bukan-jaminan/