BugisPos.- Balai Besar Metereologi, Klimaatologi dan Geofisika wilayah IV Makassar, membuka sekolah lapang Geofisika selama dua hari yaitu Senin – Selasa (9-10) Maret 2020, diikuti 35 orang peserta di Same Resort Bira Bulukumba

Pada pembukaan kegiatan itu, hadir Bupati Bulukumba diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hj.Darmawati, Ketua DPRD Bulukumba H.Rijal, Dandim 1411 Bulukumba Letkol.Arm.Joko Triyanto,S.Pd, Kapolres diwakili Kapolsek Bontobahari AKP.Andi Akbar, Kepala Bidang Metigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG pusat DR.Daryono, Para Kepala UPT BMKG Wilayah Sulsel, Kepala BPBD Bulukumba A.Akrim Amier dan undangan lainnya.

Hj.Darmawati mewakili Bupati yang didaulat menyampaikan sambutan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika yang mau bekerjasama dengan Pemkab Bulukumba dan unsur terkait menyelenggarakan Sekolah Lapang Geofisika tahun 2020 di Kabupaten Bulukumba.

Bupati melalui Staf Ahli Bidang Kemaayarakatan dan SDM, Hj.Darmawati dalam sambutannya menyebut, dari sekian Kabupaten di Sulsel, ternyata Kabupaten Bulukumba yang menjadi salah satu lokasi yang terpilih tempat pelaksanaan Sekolah Lapang Geofisika.

” Semoga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat, terkait bagaimana cara memahami dan mengetahui tanda tanda yang muncul jika akan terjadi bencana khususnya gempabumi dan tsunami,” harap Bupati.

Bupati menambahkan, Sekolah Lapang ini merupakan salah satu bagian dari proses antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana, dan Bulukumba merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana yang cukup besar, jika dilihat dari letak geografisnya yang sebagian besar dikelilingi lautan dengan panjang pantai 128 km.

Sementara itu Darmawan BMKG Makassar dalam sambutannya menyampaikan, dalam kerangka InaTEWS ( Indonesia Tsunami Early System ) Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) berperan sebagai instansi yang berkewajiban untuk menyediakan dan mendiseminasikan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami kepada instansi terkait seperti BPBD.

” Pelaksanaan sekolah Lapang Geofisika, didasarkan pada Informasi Indeks Resiko bencana di Indonesia yang dikeluarkan BNPB tahun 2013 silam yang menyatakan, Bulukumba salah satu daerah yang memiliki nilai indeks resiko gempabumi dengan klasifikasi tinggi, sehingga pengetahuan tentang megitasi bencana gemoabumi maupun tsunami, sangat diperlukan baik pada tingkat daerah maupun masyarakat,” papar Darmawan.

Sekolah Lapang Geofisika ini, katanya menjadi wadah bagi BMKG dan BPBD untuk saling berkoordinasi menguatkan peran masing masing dalam upaya pengurangan resiko bencana gempabumi. ” BPBD sebagai ujung tombak dari penyebarluasan informasi gempabumi di daerah, dan diharapkan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh BMKG untuk segera ditindak lanjuti,” pesan Darmawan.

Tampil menyajikan materi antara lain DR Haryono Kabid Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, judul materi Potensi Gempabumi dan Tsunami Bulukumba dan Peran BMKG penyedia informasi,”.

Selain itu juga tampil DR Muh.Karnaen judul materi Peran dan Kepasitas BBMKG wilayah IV Makassar Dalam sistem peringatan dini gempabumi dan tsunami, serta Ir.A.Akrim Amier Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba dengan judul Peran dan Kapasitas BPBD Bulukumba Dalam Sistem Peringan Gempabumi dan Tsunami.- Suaedy.-

Sumber: https://bugispos.com/2020/03/09/bmkg-buka-ki-sekolah-lapang-geofisika-di-bulukumba/