Rektor UPA Bastian Lubis bersama Ketua BAN-SM Provinsi Sulsel, Andi Burhanuddin.

BERITA.NEWS, Makassar – Universitas Patri Artha (UPA) dan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah (SM) teken Memorandum of Understanding (MoU), tentang pelatihan dan sertifikasi neurosains.

MoU tersebut, sekaligus dirangkaikan penyerahan sertifikat kepada 20 orang yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Certificate Aksesore Neurosains (CAN). Nantinya, mereka bisa menjadi asesor di sekolah-sekolah.

Rektor UPA Bastian Lubis mengatakan Serifikat kompetensi neurosains ini berbeda dengan Ijazah. Mereka yang mengantongi gelar CAN punya masa berlaku selama tiga tahun dari BNSP.

“Sertifikat kompetensi ini beda dengan ijazah. Ini berlaku tiga tahun BNSP. Dijamin mereka ini bisa buka lapangan kerja sendiri, dia jadi interpreneur. Tidak hanya ketahui secara teori,” ucapnya.

Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi Neorosaing terapan telah menjad kebutuhan paling mendasar saat ini yang harus dipunyai setiap orang. Mengajarkan dan mengupgrade kematangan berpikir.

“Otak kita baik dengan cara stimulasi. Kinestetik gerak. Otak itu diperbaiki dari gerak. Beberapa perusahaan juga sudah bangun kerjasaama dengan kami, adakan pelatihan neurosains ini,” ungkapnya.

Bastian mengatakan semua orang bisa ikut  pelatihan neurosains ini. Khususnya, guru- guru sekolah supaya bisa memberikan pendekatan baru terhadap siswa yang diajarkan.

“Yang Ikut ujian assesor ini. Rata-rata S3. Hampir 95 persen kelulusan,” pungkasnya.

Andi Khaerul

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

The post Terapkan Sertifikat Neurosains, Rektor UPA dan BAN-SM Sulsel Teken MoU appeared first on Berita.News.

Sumber: https://berita.news/2020/02/07/terapkan-sertifikat-neurosains-rektor-upa-dan-ban-sm-sulsel-teken-mou/