Sumber: https://bugispos.com/2020/02/01/tauwwa-kominfo-bangun-sinergitas-dengan-jurnalis-melalui-coffee-smile/

 

BugisPos.- Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dari tuntutan zaman, peran informasi saat ini sangat penting dalam mendukung kelancaran tugas pemerintahan, termasuk di daerah dengan berbagai kebijakan, sehingga diperlukan sinergitas dengan Media, baik Cetak, Elektronik dan Online sebagai sumber informasi yang kredibel, independen dan terpercaya dalam mendistribusikan informasi.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Komunikas dan Informatika ( Kominfo ) Kabupaten Bulukumba, H.Muh.Daud Kahal, melakukan pertemuan dengan awak media sekaligus sebagai perkenalan dengan seluruh pejabat dijajaran Dinas Kominfo Bulukumba yang hadir.

Pertemuan digelar dengan sederhana dikemas dalam bentuk “Coffee Smile” yang mengusung tema : “Rajut Kebersamaan Bangun Sinergi Wujudkan Interaksi Positif Untuk Bulukumba Yang Lebih Baik” , sambil ngopi malam juga dibuka sesi dialog bersama para jurnalis di Bulukumba, bertujuan sebagai silaturrahim dan membahas soal peran media dalam pembangunan di Bulukumba dan isu – isu penting lainnya, sebagai pembicara dalam pertemuan tersebut Kadis Kominfo Bulukumba, Muhammad Daud Kahal didampingi Kepala Bidang Hubungan Media dan Informatika, Mappigau, di Mr.Redmont Café Jl.Jenderal Sudirman Jumat malam ( 31 /1), dipandu oleh Program Director Radio Splfm, Saiful Alief Subarkah.

Daud Kahal yang juga mantan Sekwan mengatakan, pertemuan dengan insan media untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama yang telah terjalin dari dulu dalam pemberitaan kegiatan pemerintah daerah (Pemda), agar terekspos seluas-luasnya pada khalayak.

” Hubungan saya dengan media bukan kali ini saja sebagai Kadis Kominfo, interaksi saya dengan media sudah dilakukan ketika masih menjabat sebagai Kasubid Hubungan media di Badan Informasi,Komunikasi PDE dan Perpustakaan di tahun 2005 kala itu dan juga pernah menjabat Kabag Humas Pemkab Bulukumba,” urai Daud.

Menurut Daud yang juha anggota Komunintas 86, Media merupakan mitra penting demi kemajuan pembangun, karena media selaku sosial kontrol bisa memberi peringatan bila ada kekurangan, agar segera dibenahi.

Daud Kahal, juga meminta kepada jurnalis, agar dalam menyajikan pemberitaan yang seimbang tanpa mendiskreditkan pemerintah di dalam tulisan jurnalisnya.

“Pemda perlu sinergi dengan media sebagai corong informasi. Meski demikian, kami akan membuka diri untuk dikontrol, karena itu juga bagian dari pembangunan,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapala Bidang Hubungan Media dan Informatika, Mappigau menjelaskan, media lokal perlu diberikan ruang dan porsi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dibulukumba.

“Saya secara pribadi sebagai Kabid Hubungan Media yang baru, berharap media lokal atau teman-teman jurnalis yang aktif peliputan di Kabupaten Bulukumba diberikan ruang lebih, dan insya allah acara silaturahim dengan media, kita akan lakukan setiap triwulan sekali,” janji Mappigau.

Sementara Firky, awak media Tribun Timur meminta kepada Kadis Kominfo agar memprograkan pertemuan antara jurnalis dengan kepala OPD, memaparkan apa yang menjadi program masing masing OPD, sehingga jurnalis bisa menuangkan dalam berita di masing masing medianya.

Ifa Musdalifa menyampaikan keresahan dan kegelisahannya sebagai wartawan selama melakukan peliputan di Bulukumba untuk sebuah hajatan atau event yang dilaksanakan diluar kota.

“Mestinya wartawan, bukan hanya kejar berita tapi juga bagaimana kami melakukan peliputan bisa lebih nyaman,” tegas Ifa.

Ifa berharap, kedepanya, Dinas Kominfo bisa memikirkan ketika dia melakukan liputan kegiatan-kegiatan Pemda yang membutuhkan jarak tempuh seperti alat transportasi agar bisa di fasilitasi.

Sebagai penutup diacara coffee smile, Kadis Kominfo Bulukumba Daud Kahal, mengatakan pemerintah membutuhkan koreksi dan evaluasi oleh media atas pelaksanaan program pembangunan, melalui kerjasama yang saling membenahi diri dari waktu ke waktu agar bisa terjalin sinergi positif.

Peran media sangat penting, kata Daud Kahal sebagai salah satu pilar demokrasi. Selain itu memberikan edukasi dan penyebarluasan informasi dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Butuh sinergi ke depan dalam konteks peran kita masing-masing. Bukan berarti media tidak kritis terhadap pemerintah, perlu kontribusi media kepada pemerintah,” katanya.

Selain itu, Daud juga menyatakan akan mencari regulasi terkait program tour jurnalistik. ” Jika memang memungkinkan dan ada regulasi yang bisa dijadikan acuan, maka kami akan berusaha agar program tour jurnalistik bisa diselesaikan, sebagaimana yang pernah dilakukan pada era pemerintahan Andi Patabai, ” terang Daud.-