Jakarta, kareba.co,-Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap perubahan tren peningkatan penularan HIV. Perubahan terjadi dari penggunaan jarum suntik tidak steril ke penularan hubungan seks tidak aman, terutama untuk kelompok Gay.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengungkap itu dalam rapat pembahasan RAPBD di Komisi E DPRD DKI, Minggu 8 Desember 2019,dilansir Tempo.

Menurutnya, perubahan tren peningkatan penularan HIV itu terlihat dalam dua tahun terakhir. Sayang, dia tidak ingat angka persentasenya.

“Tapi memang peningkatan penularan di antara kelompok gay terjadi secara global, bukan hanya di DKI Jakarta,” katanya.

Wisyastuti menambahkan, banyak faktor penyebab kenaikan angka penularan HIV saat ini. Mulai dari gaya hidup, terutama akses internet, hingga edukasi terhadap penderita HIV.

Dia mencontohkan, mulai banyak orang yang positif HIV saat ini mulai terbuka dengan penyakit tersebut. “Kalau dulukan sembunyi-sembunyi,” katanya.

Pemerintah DKI, kata Widyastuti, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penderita HIV di Jakarta. Mereka di antaranya memutus rantai penularan pada ibu hamil, agar ibu yang positif HIV tidak menularkannya kepada sang bayi.

Selain itu, sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin. Ini termasuk memberi pendampingan kepada yang positif HIV bekerja sama dengan organisasi terkait HIV.

Widyastuti menambahkan Dinkes DKI juga sudah menyediakan obat-obatan antiretroviral (ARV) untuk penderita HIV di Puskemas.(*)