Makassar, kareba.co,- Pengamat Sosial dan Pendidikan UNM , Dr Munawir Kamaluddin menilai penanganan masalah anak jalanan serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Makassar belum berjalan optimal.

“Kita masih sering dapati tiap hari di beberapa lampu merah, masih banyak aktifitas anjal dan gepeng,” kata Munawir, Jumat (20/12).

Munawir mengemukakan masih maraknya aktifitas para anjal dan gepeng tersebut menandakan program penanganan sosial dari Pemkot Makassar belum optimal berjalan.

Menurut dia, penanganan anjal dan gepeng harus memiliki program yang jelas dan terarah sehingga hasil program yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait yakni Dinas Sosial menghasilkan output yang jelas pula.

“Dinas sosial sebagai OPD terkait masalah ini punya peran yang penting dalam menangani masalah ini,”kata Munawir.

Menurut Munawir, masalah anjal dan gepeng tersebut butuh perhatian khusus dari Pemkot agar memberikan pembinaan dan bimbingan sekaligus arahan kepada para anjal dan gepeng tersebut.

Pemkot juga, kata Munawir, seharusnya menelusuri akar masalah anjal dan gepeng tersebut.

“Paling tidak, dinas sosial mengunjungi rumah anjal dan gepeng tersebut mencari tahu bagaimana akar masalah mereka sehingga menjadi anjal dan gepeng,”kata Munawir.

Adapun anak dibawah umur yang beraktifitas menjadi pengemis, kata Munawir harus pula ditelusuri, jangan sampai anak tersebut meninggalkan aktifitasnya bersekolah dan memilih jadi pengemis.

Anak dibawah umur, lanjut dia, harus mengikuti program pendidikan karena pemerintah telah memberikan kebijakan bebas biaya pendidikan khusus bagi warga miskin.

“Jadi tidak ada alasan anak-anak warga miskin tidak bersekolah, biayanya gratis ,”kata Munawir.(*)