JAKARTA.- Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali bersama para Bupati se Indonesia, Senin (16/12) menghadiri
Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 di Istana Negara Jakarta, dibuka Presiden RI Joko Widodo.

Kepada Media ini, Bupati Andi Sukri langsung dari Istana Negara Jakarta menyampaikan, pada pembukaan Musrembangnas, Presiden Joko Widodo menyampaikan apa yang akan kerjakan pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Menurut Andi Sukri, kegiatan tersebut, juga dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua DPR RI, Pejabat Tinggi Negara Kapolri, Panglima TNI, Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Para Gubernur, Para Bupati /Walikota Seluruh Indonesia dihari 782 orang Pejabat.

Pada kegiatan itu, Presiden Jokowi mengingatkan kembali apa yang akan kerjakan Pemerintah lima tahun ke depan. ” Presiden akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur, karena akan memperkokoh pondasi, dalam berkompetisi dengan negara lain,” kata Presiden seperti disampaikan Bupati Andi Sukri kepada Media ini melalui WhatShapnya.

Presiden menegaskan, seperti disampaikan Bupati Bulukumba Andi Sukri, bahwa pembangunan infrastruktur akan tetap dilanjutkan pembangunannya.

Secara rinci Bupati Andi Sukri menyampaikan, arahan Presiden dalam penjabaran RPJMN 2020-2025. Presiden menyampaikan, bahwa kita sudah memasuki tahun ke 4 RPJP.

Dan Prioritas Pembangunan RPJMN yaitu, Pembangunan Inftastruktur. Dengan sasaran memperlancar hubungan antar kawasan produksi dan pusat pusat pengembangan
Pembangunan Bandara Wisata dalam menunjang Parawisata di seluruh Indonesia.

Selain itu program Pembangunan Pelabuhan laut untuk memperlancar Distribusi secara merata dan PembangunanSumber Daya Manusia ( SDM , dimulai sejak dalam kandungan yaitu mencegah kematian ibu dan anak. ” Kemudian Stuntin dan kekurangan Gizi anak harus dicegah lebih dini untuk meningkatkan kualitas SDM,” tulis Bupati Andi Sukri melalui What Shapnya mengutip pernyataan Presiden.

Kemudian terkait soal Kesehatan dan Pendididikan. Penyederhanaan Birokrasi. Menurut Presiden Birokrasi harus Ramping dan fleksibel.
” Perampingan eselon tanpa mengurangi hak atas ASN,” katanya.

Juga disinggung soal penyederhanaan Regulasi. Dan
penyederhanaan Undang Undang sekarang sedang dibahas DPR RI. serta penyederhanaan perizinan investasi dan segala bentuk ijin usaha, termasuk penyederhanaan / penghapusan PERDA yang dianggap menghambat.

Menurut Bupati Andi Sukri, Presiden Jokowi berharap bangsa Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas pruduksi untuk mengurangi Inport dan memperbesar Export dengan kualitas, bukan lagi bahan mentah yang diekport tapi barang jadi atau setengah jadi.- Suaedy.-