Selayar, kareba.co,- Bawaslu Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar workshop “pembentukan Desa Pengawasan dan anti money politik” di halaman Kantor Badan permusyawaratan Desa Parak Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar, kamis,(12/12).

Kegiatan itu dihadiri Bupati kepulauan Selayar H.Muh Basli Ali, Kapolres kepulauan Selayar, Kejari kepulauan Selayar, Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Hasradi SE,.MH, Kepala Kesbangpol Ince Rahim, S.Pd.,S.H.,M.H., Pimpinan OPD, Ketua KPU Kepulauan Selayar Nandar Djamaluddin,S.Pd. Danramil Kecamatan Bontomanai, Kapolsek Kecamatan Bontomanai, Kepala Desa se Kecamatan Bontomanai, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Selayar, Suharno mengatakan Seminar dan workhsop ini merupakan agenda bawaslu diseluruh Indonesia sebagai upaya melakukan penguatan pada nilai nilai demokrasi.

“Kegiatan ini telah dikordinasikan dengan pemerintah daerah khususnya Dinas PMD tentang Kepala Desa Parak yang bersedia menjadikan Desa Parak sebagai daerah percontohan sebagai desa pengawasan dan anti politik uang”, tuturnya.

Kegiatan tersebut, kata dia, untuk memaksimalkan peran pebgawasan serta melakukan edukasi kepada warga agar berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang kaitannya dengan upaya pencegahan dan pengawasan dalam proses pilkada tahun 2020 nanti.

Dia menjelaskan ketentuan masyarakat dalam melakukan partisipasi diatur dalam ketentuan pemilu bahwa kelembagaan uu pemilu dengan adanya bawaslu tidak serta merta mengambil hak warga negara untuk melakukan fungsi kontrolnya dalam menjaga dan mengawal dalam proses pemilu dan pemilihan nanti.

“Upaya pelibatan masyarakat sangat penting untuk mengoptimalkan pengawasan bawaslu,” tandasnya.(*)