Karena, Bulukumba, — Di usia ke-66 tahun 4 februari 2026, Kabupaten Bulukumba terus melangkah dengan ritme yang semakin matang. Daerah yang dikenal kaya akan budaya, potensi alam, dan semangat kerja keras masyarakatnya ini kian meneguhkan arah pembangunan yang inklusif dan berdaya saing.
Suasana santai namun penuh makna terasa dalam bincang ringan antara Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulukumba, Andi Ashadi. Keduanya berbincang soal perjalanan Bulukumba, tantangan pelayanan publik, hingga harapan ke depan.
Saiful membuka obrolan dengan refleksi sederhana.
“Di usia 66 tahun ini, Bulukumba bukan lagi daerah yang belajar berjalan. Ia sudah tahu ke mana melangkah,” ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya, perkembangan Bulukumba terlihat dari keberanian daerah ini berbenah, termasuk dalam urusan pelayanan publik dan investasi.
Menanggapi hal itu, Andi Ashadi mengaku merasakan langsung perubahan tersebut dari sisi birokrasi.
“Sebagai Kepala DPMPTSP, saya menyaksikan sendiri bagaimana Bulukumba bergerak menuju iklim investasi yang lebih sehat. Pelayanan perizinan kini dituntut lebih cepat, transparan, dan benar-benar berpihak pada masyarakat,” ungkapnya.
Ia tidak menampik bahwa perjalanan tersebut penuh tantangan. Namun, komitmen untuk terus berinovasi menjadi kunci.
“Pelayanan perizinan bukan sekadar urusan administrasi. Setiap izin yang terbit adalah harapan baru, setiap investasi yang masuk adalah peluang untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulukumba,” jelas Andi Ashadi.
Saiful pun menilai peran DPMPTSP sangat strategis dalam menentukan wajah pembangunan daerah. “Kalau perizinan ramah dan jelas, investor nyaman, masyarakat pun ikut merasakan dampaknya,” katanya.
Momentum Hari Jadi Bulukumba ke-66 ini, lanjut Andi Ashadi, menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Kami di DPMPTSP berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Semua itu sejalan dengan semangat Bulukumba yang terus melaju menuju daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.
Menutup perbincangan, keduanya sepakat bahwa kunci pembangunan Bulukumba ke depan adalah kebersamaan dan kolaborasi.
“Pers dan pemerintah punya peran masing-masing, tapi tujuannya satu: Bulukumba yang lebih baik,” ujar Saiful.
Dengan semangat melayani dan tekad untuk terus berbenah, Bulukumba menatap masa depan dengan optimisme.
Dirgahayu Kabupaten Bulukumba ke-66.
Semoga semangat kebersamaan, kolaborasi, dan pelayanan terus menjadi fondasi pembangunan bagi generasi hari ini dan masa depan.-(*)


