MAKASSAR – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber semakin menjadi perhatian di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Dalam acara peluncuran Akademi Multimedia Indonesia, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Ismawaty Nur, menegaskan bahwa kedua aspek ini menjadi kunci dalam transformasi digital yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Ismawaty mengungkapkan bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar implementasi teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan sistem keamanan yang mumpuni.
“AI dan keamanan siber bukan lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan utama dalam transformasi digital. Jika tidak dikelola dengan baik, sistem digital yang kita bangun bisa menjadi rentan terhadap ancaman siber,” ujar Ismawaty.
Diskominfo Makassar telah berupaya membangun infrastruktur digital yang lebih kuat dengan menerapkan berbagai sistem keamanan untuk melindungi data pemerintah serta masyarakat. Salah satu tantangan terbesar dalam era digital adalah ancaman serangan siber, termasuk peretasan data dan penyalahgunaan informasi.
Akademi Multimedia Indonesia hadir sebagai solusi dalam mengatasi tantangan tersebut dengan menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi tenaga profesional di bidang AI dan keamanan siber. Ketua Yayasan Pendidikan Kabar Grup Indonesia, Hajriana Ashadi, menegaskan bahwa akademi ini akan membantu mencetak tenaga ahli yang siap menghadapi perubahan dan tantangan digital ke depan.
Sebagai langkah konkret, Diskominfo Makassar juga berencana untuk berkolaborasi dengan akademi ini dalam berbagai program pelatihan yang dapat memperkuat kapasitas pegawai pemerintahan dalam menghadapi tantangan digital.
Dengan meningkatnya ancaman siber di era digital, sinergi antara akademi dan pemerintah menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa Makassar tetap berada di jalur yang tepat dalam membangun kota berbasis teknologi yang aman dan inovatif.