Makassar, – Dalam upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar tengah fokus pada strategi peningkatan nilai tanah melalui berbagai kebijakan dan inovasi. Hal ini diungkapkan dalam workshop bertajuk “Peningkatan Nilai Tanah atau Land Value Capture” yang diselenggarakan di ruangan Sipakalebbi, Kantor Balaikota Makassar.
Kepala DPMPTSP Kota Makassar, bersama sejumlah Kepala Bidang, turut hadir dalam kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman terkait land value capture sebagai instrumen penting dalam mengoptimalkan PAD. “Nilai tanah yang terus meningkat seiring perkembangan kota harus dikelola dengan baik, agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD. Hasilnya nanti bisa digunakan untuk berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala DPMPTSP dalam sambutannya.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli yang membahas berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan nilai tanah, termasuk kebijakan zonasi, pengenaan retribusi, dan pajak. Selain itu, strategi untuk memanfaatkan nilai tambah dari proyek infrastruktur yang meningkatkan harga tanah di sekitarnya juga menjadi topik utama.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kebijakan zonasi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. Kepala Bidang DPMPTSP turut menyampaikan pentingnya data yang akurat serta koordinasi antarinstansi dalam penerapan kebijakan ini.
Selain itu, para peserta workshop diajak mempelajari praktik terbaik dari kota-kota lain yang telah berhasil meningkatkan PAD mereka melalui land value capture. Diharapkan, rekomendasi kebijakan dari workshop ini bisa segera diimplementasikan, sehingga PAD Kota Makassar dapat meningkat secara signifikan.
“Kami berkomitmen untuk menerapkan hasil workshop ini ke dalam kebijakan nyata yang dapat membawa manfaat langsung bagi Kota Makassar. Dengan peningkatan PAD melalui optimalisasi nilai tanah, kami yakin Makassar bisa tumbuh menjadi kota yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkas Kepala DPMPTSP.
Workshop ini menjadi langkah awal penting bagi Kota Makassar dalam memanfaatkan potensi nilai tanah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)