Wargata.com, Sulsel – Kapolda Sulsel  Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo memimpin langsung Press Release pengungkapan kasus Pembuatan dan Penguasaan senjata api serta amunisi ilegal yang berhasil diungkap oleh tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Sat Reskrim Polres Maros bersama Sat Reskrim Polres Wajo, Senin (17/02/2020)
Dalam press release tersebut, Kapolda menyebut pengungkapan berawal saat  Anggota Resmob Polda Sulsel mendapatkan informasi bahwa pada saat PT. Pos Indonesia menemukan paket berisi barang yang duga senjata api rakitan yang dibungkus dengan aluminium voil yang disisipkan pada ikan kering Jum’at,  (14.02/2020), Pukul 09.45 Wita, di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor RA Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Kabupaten Maros
Menerima Informasi tersebut, lanjut Kapolda, Anggota Resmob Polda Sulsel melakukan Penyelidikan bersama Anggota Polres Maros dan mengamankan beberapa jenis senpi rakitan seperti 1 (satu) jenis revolper cold S dan W special, 1 (satu) Pucuk senpi PTB 100 H schmidt osthem/rhoen Cal 6 mm MOD 5a, 1 (satu) Pucuk senjata Softgun MP-654 K Cal 4,5 mm no T12009990, 1 (satu) buah cember senapan PCP beserta laras,  dan juga 1 (satu) lembar struk pengiriman kantor pos nomor 135933244
Lebih lanjut dikatakan, setelah mendapatkan informasi, anggota kemudian menyelidiki asal usul paket kiriman tersebut di Jalan Mister maudu Kelurahan Teddaopu Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo dan mengamankan pengirim paket,  ASR (51) seorang PNS  warga Jalan Sawerigading Kelurahan Attake Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo dari infomasi ASR (51), anggota gabungan juga mengamankan seorang Tukang Las, CA(39) warga Jalan Stasiun Kelurahan Teddaopu Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.
CA(39) kemudian menunjukan tempat pembuatan dan penyimpanan senpi tersebut yang dia sebut Home Industry Senjata Rakitan dan anggota  menemukan puluhan macam senjata (senapan angin) dan amunisi aktif. Dan dari keterangan  CA (39) juga, Anggota Resmob juga menangkap Adel Ismawan (47) warga  Rusunawa Marunda Kecamatan Cilincing Prov. Jakarta Utara.yang membuat senjata api rakitan tersebut dan telah menjualnya ke beberapa pembeli.
‘Kasus ini kita masih kembangkan terus, untuk mngungkap secara keseluruhan, harapan kita kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang seperti ini,”Tutup kapolda Sulsel

(Tim Warga)

Sumber: https://www.wargata.com/2020/02/kapolda-sulsel-pimpin-press-release.html