MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia diluncurkan sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, dan kini terbukti cukup berhasil di berbagai daerah.

Hal ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan taraf kesejahteraan sosial masyarakat sesuai amanah konstitusi dan Nawacita Presiden RI, sekaligus menjadi episentrum penanggulangan kemiskinan di seluruh daerah.

Nah, Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu daerah yang mendapatkan bantuan sosial ini rupanya terus berupaya memaksimalkan PKH guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan beberapa Kelompok PKH di Luwu Utara dinyatakan berhasil, dan mampu menjadi contoh sukses bagi Kelompok PKH yang lain.

Kelompok PKH Sikamali Desa Tete Uri Kecamatan Sabbang Selatan adalah salah satu kelompok yang bisa disebut berhasil.

Kelompok PKH Sikamali terbentuk pada Desember 2013, dan kini beranggotakan 24 orang. Guna memaksimalkan bantuan yang diterima, Pendamping PKH Sabbang Selatan Saiful Bahari melakukan kegiatan pemberdayaan dalam rangka mempercepat perbaikan hidup anggota kelompok.

Kegiatan itu adalah memaksimalkan iuran bulanan (simpan pinjam), menyediakan kios PKH, membentuk KWT, melakukan jual beli pupuk, dan membentuk KUBE Bantuan.

Lima kegiatan pemberdayaan ini rupanya berhasil merubah mind set para anggota kelompok untuk selalu ikut terlibat aktif dalam masing-masing kegiatan pemberdayaan tersebut.

Kegiatan simpan pinjam misalnya. Kegiatan ini sangat membantu anggota lainnya yang memiliki keperluan mendesak atau keperluan lainnya. Hingga Desember 2019, kas kelompok dalam kegiatan ini sudah mencapai Rp 245.181.000. Untuk kegiatan KWT, Kelompok PKH Sikamali berhasil mengumpulkan modal dengan kas senilai Rp 34.090.000 hingga Desember 2019.

Setali tiga uang dengan kegiatan Kios PKH yang hingga Desember 2019 berhasil memeroleh kas senilai Rp 16.155.500. Usaha jual beli pupuk senilai Rp 16 Juta, dan KUBE Bantuan Rp 11.500.000. Jadi total keseluruhan dari lima program pembedayaan Kelompok PKH Sikamali adalah Rp 322.926.500.

“Berdasarkan kesepakatan kelompok, semua usaha dibagi habis, baik modal maupun keuntungan,” kata Pendamping PKH Saiful Bahari saat ditemui baru-baru ini di Masamba.

“Kecuali KUBE Bantuan ya,” sambungnya.

Saiful menambahkan, dari hasil pembangian itu, anggota kelompok biasa mendapatkan bagian sebesar Rp 11.503.000. “Untuk pengelola usaha dan pengurus kelompok mendapat bagian yang bervariasi sesuai keuntungan dari usaha yang dikelola,” ungkapnya.

Terpisah, Kadis Sosial Besse Andi Pabeangi, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kelompok Sikamali dalam PKH.

“Kita patut berbangga Kelompok Sikamali menjadi salah satu kelompok yang dinilai berhasil di Kabupaten Luwu Utara,” katanya. (LH)

Sumber: http://berita-sulsel.com/2020/02/26/kelompok-pkh-di-sabbang-selatan-lutra-punya-kas-rp322-juta/