BONE, BERITA-SULSEL.COM — Baru saja merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, kabar duka datang dari Kejaksaan Negeri Bone. Salah seorang jaksa terbaiknya, menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (25/7/20), sekitar pukul 11.00 wita, disebuah RS yang ada di Kota Pare-pare.

Kasi Pemariksa Kejaksaan Negeri Bone, Ramlah, meninggal dunia akibat penyakit kanker hati yang telah lama dideritanya. Dari penuturan ibundanya, Ramlah yang akrab disapa Rara, sempat koma selama 5 hari.

“Malam sebelum pingsan itu sempat kumpul makan ikan bakar, besoknya setelah sarapan, dia makan obatnya terus saya suruh istirahat. Tidak lama anaknya teriak panggil mamanya dan saya lihat dia sudah kejang-kejang, mulutnya berbusa, sejak itu sudah tidak pernah bicara sampai meninggal” tutur ibunda Rara yang tak kuasa menahan airmata.

Rara meninggalkan suami dan putri semata wayangnya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sebelum dimakamkan, Kajari Bone, Eri Satriana, beserta jajarannya yang datang dari Bone, menggelar upacara singkat serta penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum semasa hidup.

Usai upacara, dalam suasana haru, Eri mengikuti iring-iringan jenazah menuju liang lahat dan menaburkan bunga di makam Rara, wanita yang akan menginjak usia 44 tahun pada Oktober nanti. Wanita yang dikenang akan kebaikan hatinya oleh keluarga, tetangga dan para sahabat.

“Dia seorang jaksa yang cerdas, gigih dan kritis, dalam bekerja selalu bersungguh-sungguh terutama dalam menyelesaikan pekerjaannya, sehingga kadangkala kita tidak merasa bahwa yang bersangkutan sedang sakit serius. Inilah yang sebetulnya bisa dijadikan sebagai suatu motivasi yang baik bagi para insan adhyaksa Kejaksaan Negeri Bone, semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT” kenang Kajari Bone, Eri Satriana.  (eka)

Posting Haru, Kajari Bone Antar Jenazah Jaksanya ke Liang Lahat ditampilkan lebih awal di berita-sulsel.com.