BONE, BERITA-SULSEL.COM –– Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APK) memang tak lantas membuat seluruh aparat negeri ini bisa disebut buruk karena itu tentu saja perbuatan segelintir oknum yang menyalahgunakan jabatan mereka.

Tak terkecuali di Kabupaten Bone, ramai masyarakat baik di media sosial maupun melalui forum-forum dialog menyatakan kekecewaan mereka atas kinerja oknum aparat yang mempertontonkan ketidak adilan.

Baca Juga : Ketua WAC Bone Sebut SP3 Korupsi Dana PAUD Preseden Buruk Kepolisian

Menyandang gelar Doktor dan menjadi pemegang tampuk kekuasaan tertinggi di Kejaksaan Negeri, Kajari Bone, Eri Satriana, mengakui hal tersebut dan agak susah untuk diubah, namun bukan pula hal mustahil. Menurutnya, disaat New Normal inilah seharusnya para APH berbenah diri dan menggunakan kecerdasan berpikir untuk melaksanakan tugasnya.

“Memang seharusnya aparat penegak hukum itu, termasuk jaksa ya harus punya penghasilan luar, manfaatkan kemampuan yang ada, jadi tidak lagi berpikir macam-macam” ujarnya.

Baca Juga : 3 Kali Ditolak Kejaksaan, Polres Bone Bersiap SP3 Kasus PAUD Istri Wabup

Eri yang aktif sebagai dosen di beberapa Perguruan Tinggi ini mengaku dirinya sejak kecil sudah dididik orangtua menjadi pribadi mandiri yang jujur dalam bekerja agar bisa menjaga nama baik keluarga, almamater dan institusinya.

“Dulu ingat bapak saya selalu pesan, kamu terima banyak gak akan kaya, kamu tolak juga gak akan miskin, dan memang itu sudah sumpah kita sebagai civitas” lanjutnya.

Eri yang belum setahun menjabat sebagai Kajari, tak ingin hidupnya terbebani jika melakukan hal buruk yang bertentangan dengan tugasnya dan Eri ingin jika kelak dirinya pindah tugas, bisa meninggalkan Bone dengan kepala tegak. (eka)