GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Deputi Direktur BP-Jamsostek Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto menyerahkan santunan kematian kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk diserahkan kepada ahli waris salah satu tenaga honorer pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Gowa.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan kepada ahli waris yakni merupakan saudara kandung dari almarhum Sukri, Sumiati di Baruga Karaeng Galesong.

Toto Suharto dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kedatangannya hari ini untuk menyerahkan santunan kematian bagi ahli waris almarhum Sukri yang telah meninggal pada bulan Mei yang lalu. Santunan tersebut telah diserahkan kepada ahli waris lewat rekening sebanyak Rp 42 juta.

“Karena santunan saat ini tidak boleh lagi diberikan secara tunai, jadi kami transfer lewat rekening, semoga santunan ini bisa bermanfaat bagi orang-orang yang ditinggalkan almarhum,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan ucapan terimah kasihnya kepada Bupati Gowa yang telah mensupport keberadaan program jaminan sosial khususnya BP-Jamsostek yang sudah berkomitmen melindungi tenaga honorer, penyapu jalan, pemadam kebakaran dan aparat desa.

“Semoga kedepan keinginan dari Pak Bupati agar seluruh aparat desa tercover dalam BP Jamsostek akan terwujud. Memang diantara kita tidak ada yang mau kena musibah, tapi jika ada yang namanya jaminan sosial maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan jaminan,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pemberian santunan ini atau jaminan kepada ahli waris disesuaikan dengan kondisi dari orang tersebut. Jika orang tersebut meninggal dunia karena takdir, maka dia berhak mendapatkan uang santunan sebesar Rp 42 juta, kalau orang tersebut mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya pengobatan akan ditanggung BP Jamsostek dan jika meninggal dunia dalam kecelakaan kerja, maka akan mendapatkan uang santunan 48 dikali dengan upah yang diterima setiap bulan yang dilaporkan.

“Jadi ini santunan bukan pengganti nyawa, namun ini adalah bekal bagi keluarga yang ditinggalkan, artinya kami juga membantu program pemerintah supaya kalau ada yang kena musibah maka BP Jamsostek sebagai jaring pengaman penyambung kehidupan dan juga bisa menjadi modal untuk kelanjutan. Bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tak hanya itu saja, pihak BPJS juga menyerahkan bantuan kepedulian kepada Pemkab Gowa. Walaupun jumlahnya sedikit paling tidak dapat bermafaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuannya yakni beras sebanyak 250 kg, 500 pcs masker, 700 vitamin dan 5.000 liter hand sanitizer. Bantuan ini berasal dari BP Jamsostek Cabang Gowa,” ujar Toto Suharto.

Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan kerjasama dengan BP Jamsostek perlu terus ditingkatkan.

“Sebenarnya aparat desapun akan kita kerjasamakan, saya akan cek sudah sejauh mana karena saya ingin seluruh aparat kita diberikan jaminan, sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka akan mendapatkan jaminan atau santunan dari PT Jamsostek untuk keluarga yang ditinggalkan. Apalagi ditengah kondisi saat ini, saya yakin dan percaya semua sangat membutuhkan,” kata Adnan.

Khusus untuk almarhum yang baru saja meninggal memang meninggalnya bukan karena kecelakaan kerja, tetapi almarhum meninggal dalam keadaan sakit sehingga hanya mendapatkan santunan dari BP Jamsostek sebesar Rp 42 juta rupiah saja.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa menyampaikan duka atas meninggalnya salah satu pegawai kontrak kita pada 15 Mei yang lalu, kita berharap segala amal dan pahalanya diterima oleh Allah SWT dan segala dosa-dosanya diampuni,” ungkap orang nomor satu di Gowa. (an).