BONE, BERITA-SULSEL.COM –– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Muh Salam, mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak serius menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19 walau dengan dukungan dana yang tidak sedikit.

Menurutnya, hal mendesak saat ini adalah pengadaan laboratorium agar masyarakat yang memiliki gejala covid-19 bisa segera dites SWAB. Namun, untuk ruang isolasi saja, RSUD Tenriawaru bahkan belum menyiapkan itu.

“Saya heran dengan kebijakan penggunaan anggaran covid yang ad di BTT, contoh rumah sakit Tenriawaru sangat urgent ruangan isolasi, sampai sekarang tidak terproses padahal sudah melalui mekanisme reviuw dan revisi dari kejaksaan dan inspektorat” ungkapnya.

Legislator Nasdem yang akrab disapa Lilo ini juga menganggap pengadaan barang untuk rumah singgah yang menelan biaya Rp700 juta hanyalah pemborosan belaka, padahal bangunan Poltek bukan aset Pemkab.

“Saya sudah lama teriakkan ini, ngapain buang duit, coba fikir 700 juta untuk rumah singgah hanya beli AC, TV dan lain-lain yang notabene poltek itu bukan aset kita, pakai hotel saja kayak kabupaten lain kan jauh lebih irit.¬†Atau memang sengaja mau habisi BTT biar ada pengadaan, ya saya tidak tau, dimana ya perasaan orang-orang berpikiran kayak gitu, tegaan banget” lanjutnya.

Ketika dana RS tidak segera dicairkan dan pengadaan swab tidak direalisasikan, Lilo atas nama Ketua Fraksi Nasdem akan mengusulkan ke pimpinan untuk bersurat ke BPKP tentang komitmen Pemda terkait realokasi anggarannya yang dianggap tidak sesuai peruntukannya.

“Terkait anggaran covid sebagaimana yang dilaporkan ke pemerintah pusat,¬† ketiga aspek itu saya rasa sangat jauh dari serapan dan proporsionalnya. Kesehatan, sosial dan ekonomi jauh dari petunjuk teknis Mendagri nomor 1 tahun 2020, jadi fraksi Nasdem akan mengusulkan segera bentuk pansus terkait hal ini, 82 milyar itu los ketika untuk covid, kenapa mesti ditahan-tahan” tutupnya. (eka)