MAROS,KORANMAKASSAR.COM—Bahas kesehatan hewan ternak, Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros menggelar Rapat koordinasi Penyakit hewan menular dan Laboratorium seWilayah kerja tahun 2020 di Hotel Swiss-belHotel, selama lima hari dari tanggal 24-29 Februari 2020.

Kepala Balai Besar Veteriner Maros Risman Mangidi menyampaikan, Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun. Yang diikuti 10 Dinas Provinsi sampai ke tingkat kabupaten dalam rangka uji coba mensingkronkan beberapa program-program, baik di kementerian pertanian maupun di masing-masing daerah terkait masalah kesehatan hewan.

Risman juga mengatakan, berkoordinasi bersama teman-teman karantina. Bahkan yang hadir bukan hanya dinas, tapi hadir juga peserta karantina di wilayah, khususnya Indonesia Timur.

“Kami semua undang teman-teman karantina karena ini ada juga sangkut pautnya, terkait masalah lalulintas ternak. yang selanjutnya lagi dalam rakor ini kami menghadirkan pakar-pakar kesehatan hewan Indonesia, yang boleh dikatakan sangat handal dan sudah banyak mengawal khususnya di wilayah kerja kami dalam hal pembebasan penyakit hewan,” katanya.

Melanjutkan, pihaknya akan melakukan projek pembebasan rabies, dan yang menjadi daerah percontohan Kabupaten Pinrang. Sehingga dia bekerjasama dengan PDH dan khususnya di Fakultas Kedokteran Kesehatan Hewan Universitas (Unhas).

Kembali dia menyebutkan, berdasarkan hasil diagnosa Balai Besar Veteriner Maros penyakit hewan menular hampir menyerang di seluruh propinsi wilayah kerja veteriner Maros, disertai tingkat kejadian yang berbeda beda.

Baca Juga : Balai Karantina Kelas I Pare-Pare Perhatikan Hewan yang Keluar Masuk di Pelabuhan

Mengacu roadmap penyakit hewan menular, Balai Besar Veteriner Maros telah melakukan langkah teknis tahapan pengendalian dan pemberantasan menuju pembebasan PHMS, antara lain yaitu melakukan surveillans menuju pembebasan melakukan sinergitas tindakan dengan Dinas yang membidangi fungsi kesehatan tingkat propinsi dan Kabupaten atau kota juaga karantina pertanian.

“Pencapaian jangka panjang dalam program pemberantasan PHMS di Indonesia adalah Indonesia Bebas Avian Influenza di Tahun 2020, Bebas terhadap brucellosis 2025, bebas terhadap rabies tahu 2020, dan bebas terhadap Classical Swine Fever tahun 2020,” ungkapnya.

Diketahui, jumlah peserta yang mengikuti agenda rutin ini di ikuti oleh 200 orang. Mengambil tema “Strategi Pengendalian Penyakit Hewan Menular Dalam Mendukung Kesehatan Semesta dan Kostratani”.

The post BBVet Maros Gelar Rakor Penyakit Hewan Menular dan Laboratorium seWilayah Kerja Tahun 2020 appeared first on Koran Makassar.

Sumber: https://koranmakassar.com/bbvet-maros-gelar-rakor-penyakit-hewan-menular-dan-laboratorium-sewilayah-kerja-tahun-2020/