Sumber: https://bugispos.com/2020/01/30/kerja-na-nyata-industri-sampah-jadi-solar-segera-hadir-di-sulsel/

BugisPos — Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr menandatangani MoU dengan pihak PT. Glandale Partner yang diwakili oleh Presiden Direktur, Sukmawati Syukur bertempat di Gedung Apkasi Sahid Center lantai 21 Jakarta pada Kamis (30/01/2020).

Penandatanganan MoU antara Pemprov Sulsel dengan PT. Glandale Partner ini bertujuan untuk mengolah limbah/sampah menjadi solar.

Pada penandatangan MoU ini, Nurdin Abdullah didampingi Plt. Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Kadis DPLH Sulsel, Ir. H. Andi Hasdullah dan Kadis Binamarga. Sebagai informasi, PT. Glandale Partner ini berkantor di Sampoerna Strategic Building South Tower 18 floor Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan dan dalam mengolah sampah menjadi solar menggunakan teknologi Jerman yang ramah lingkungan. Penandatanganan MoU berlangsung dengan lancar dan suasana penuh semangat dari semua yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu Nurdin Abdullah menyebutkan bahwa akan bergerak cepat untuk menindak lanjuti kerjasama ini karena tertib sampah di Makassar, Sulsel harus segera ditangani. “Investor PT. Glandale Partner ini, menggunakan teknologi jerman itu mampu mengolah sampah menjadi solar dengan teknologi ramah lingkungan,” ungkap Nurdin.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT. Glandale Partner, Sukmawati Syukur menambahkan bahwa dalam waktu dekat pada bulan Februari akan segera action. Pada tahap pertama survey pra FS dan pengambilan berbagai data lapangan.

“Kita akan bersinergi dengan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar untuk percepatan merealisasikan program industri pengelolaan sampah jadi solar yang nantinya dapat dijual kepada masyarakat umum,” terangnya.

Kadis Pengelolaan Lingkungan Hidup, Andi Hasdullah yang hadir mendampingi gubernur secara terpisah menyampaikan kepada BugisPos bahwa secara teknis instansi DPLH yang ia pimpin siap memfasilitasi dan melakukan pendampingan masuk pada tahapan mulai dari perencanaan sampai pada tahap pelaksanaan.

“Dari aspek tuntutan tertib sampah kita memang sudah masuk pada kategori mendesak terutama di Kota Makassar seperti kondisi di TPA Tamangapa itu produksi sampah perhari rata- rata 900 sampai seribu ton perday, ini harus segera ditangani karena jumlah itu sudah over dan posisinya berada dalam kota dan disekitarnya itu adalah daerah permukiman,” jelas Hasdullah.

Editor : Zhoel